Untuk Masa Depan Siak yang Lestari

Jumat, 18 Maret 2021 – Gotong royong antara Pemerintah Kabupaten, masyarakat sipil, sektor swasta, dan anak muda sangat krusial untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat kabupaten. Untuk menilik kembali proses gotong royong yang telah terbentuk sejak tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Siak bersama dengan Sentra Kreatif Lestari Siak (SKELAS) menyelenggarakan “Napak Tilas Gotong Royong Mencintai Siak” pada Rabu, 18 Maret 2022, di kawasan Tangsi Belanda, Kabupaten Siak.

Kabupaten Siak yang merupakan salah satu pendiri sekaligus wakil ketua umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), adalah salah satu kabupaten yang telah berkomitmen untuk pembangunan hijau. Sebagai bagian dari Provinsi Riau, 57,44 persen wilayah Siak merupakan wilayah gambut. Kekayaan ekologis ini juga memberikan tantangan dalam pengelolaan. Kondisi ini dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk perbaikan tata kelola lahan.

Husni Merza, BBA, MM, Wakil Bupati Siak, dalam sambutannya berkata, “Siak memiliki komitmen untuk menjadi kabupaten yang hijau. Setelah kebakaran hutan yang luar biasa tahun 2011 hingga 2015 yang bahkan mengganggu negara tetangga. Pada 2016 hingga 2017 Pemerintah Kabupaten Siak dan petani tidak bisa sendiri untuk mengatasi masalah kebakaran, karena itulah pemerintah Kabupaten Siak menanggapinya melalui Peraturan Bupati No. 22 Tahun 2018, tentang Inisiatif Siak Hijau.”

Upaya mewujudkan visi Siak Hijau salah satunya dilakukan melalui mekanisme pelaporan dan peta gotong royong. Fazlania Zain dari Sedagho Siak menjelaskan mengenai upaya ini, “Mekanisme pelaporan yang dikembangkan adalah website Siak Hijau, yang akan menjadi wadah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dikembangkan pula peta gotong royong yang diharapkan dapat menampung inovasi dari berbagai pihak untuk kemajuan Siak.”

Dalam tujuh babak sesi diskusi, begitu banyak cerita, pengalaman, pengetahuan, serta pembelajaran yang dibagikan oleh para pembicara. Mulai dari potensi ekonomi lestari, gotong royong multi pihak, inovasi berbasis masyarakat, rancang bangun usaha lestari, peta gotong royong Siak Hijau, sampai strategi komunikasi dan peluncuran Kantin Skelas. Dihadiri langsung oleh 30 peserta luring dan lebih dari 100 peserta daring, acara ini juga disiarkan melalui kanal Youtube Explore Siak.

Di salah satu babak bertajuk “Gotong Royong Desa-Kota untuk Usaha Lestari berbasis Masyarakat”, Netti Gustina dari Lab Inovasi Siak menunjukkan semangatnya menjaga alam siak tetap lestari, “Dalam menjaga alam, lingkungan, dan memajukan kampung halaman tidak bisa berjalan sendiri. Namun harus bersama dengan pemerintah, NGO, pemuda dan seluruh elemen. Tidak harus menjadi peneliti seperti saya, tapi cukup dengan mengembangkan minat dan bakatnya untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan.”

Senada dengan Netti, Musrahmad Gun, Direktur PT Alam Siak Lestari menuturkan, “Ini adalah sebuah proses panjang yang tidak bisa dilakukan sendiri, namun juga butuh kontribusi dari masyarakat, Pemda, dan NGO. Kerja sama ini akhirnya yang bisa membuat kita berlari lebih kencang dan memberikan dampak secara luas.”

Acara ini merupakan tonggak penting bagi Kabupaten Siak dalam perjalanannya menuju kabupaten yang lestari. Drs. L. Budhi Yuwono M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Siak menyatakan, “Karhutla memang cuma satu masalahnya, namun banyak penyebabnya. Karena banyak penyebab, maka banyak pula solusinya. Karena itu lah dibutuhkan kolaborasi. Menjaga bumi harus bersama-sama, tidak bisa sendiri,” pungkasnya seraya meresmikan peluncuran Kantin Skelas.

Satu Kata untuk Siak

Masing-masing pembicara yang merupakan perwakilan pihak-pihak yang bergotong royong membangun siak memberikan satu kata untuk Mencintai Siak. Kata-kata tersebut kami rangkai sebagai penutup acara “Napak Tilas Gotong Royong Mencintai Siak”.

Berbekal Kepercayaan dan Keyakinan bahwa Siak bisa menyelesaikan masalah kebakaran, kita semua bersepakat menjadikan Siak Hijau sebagai Tujuan bersama. Akan tetapi perjalanan panjang menuju Lestari membutuhkan Komitmen agar kita selalu Percaya Diri untuk mendorong Inovasi. Seringkali perjuangan ini harus kita mulai dari Diri Sendiri sehingga kita temukan alasan pribadi mengapa harus Peduli pada masa depan Siak. Kesadaran pribadi ini jadi inspirasi merangkai Semangat Kebersamaan di berbagai tingkat, baik di kabupaten maupun sampai di tingkat desa. Keberhasilan inovasi konkrit berkat kolaborasi Gommunity (government and community) ini yang jadi kunci untuk pembangunan Berkelanjutan sesuai visi Siak Hijau.

cross
Send this to a friend