Dua Kabupaten Anggota LTKL Menerima SIPP Award

  • Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari, mendapatkan penghargaan Strategi Inovatif Perencanaan Pembangunan (SIPP) Award.
  • Kabupaten Bone Bolango terpilih sebagai penerima penghargaan kategori Komprehensif, sedangkan Kabupaten Kapuas Hulu terpilih pada kategori Inovatif.
  • Penyusunan RPJMD berbasis keberlanjutan dan tahan bencana diharapkan mampu mendukung prioritas nasional lndonesia melalui model pembangunan yang inovatif – menjaga lingkungan serta menyejahterakan masyarakat.

Jakarta, 29 Juli 2021 – Dua kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yaitu Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Kapuas Hulu mendapatkan penghargaan Strategi Inovatif Perencanaan Pembangunan (SIPP) Award pada 28 Juli 2021. Penghargaan ini diberikan oleh Traction Energy Asia dan Tempo Media Group bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.

SIPP Award merupakan penghargaan yang diberikan pada Bappeda 14 Kabupaten/Kota yang sedang menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang mengikuti rangkaian pendampingan intensif oleh Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI. Harapannya, penyusunan RPJMD berbasis keberlanjutan dan tahan bencana yang disusun ini mampu mendukung prioritas nasional Republik lndonesia melalui model pembangunan yang inovatif – bisa menjaga lingkungan sekaligus menyejahterakan masyarakat. Penerima SIPP Award merupakan kabupaten yang memiliki wilayah konservasi, memiliki kawasan sensitif secara ekologis serta memiliki kerentanan terhadap bahaya bencana lingkungan akibat aktivitas manusia.

Kabupaten Bone Bolango terpilih pada kategori Komprehensif karena mampu menyusun dokumen RPJMD yang berbasis lingkungan dan tanggap bencana, terintegrasi dengan dokumen perencanaan lainnya, dan sistematika penulisan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan Kabupaten Kapuas Hulu terpilih pada kategori Inovatif karena mampu menyusun program inovatif dalam aspek konservasi lingkungan hidup dan mitigasi bencana lingkungan dalam dokumen RPJMD.

Pada acara penganugerahan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, Hamim Pou, Bupati Bone Bolango menyampaikan, “70% Kabupaten Bone Bolango merupakan hutan taman nasional sehingga kami menyebut diri sebagai kabupaten organik. Dalam visi 5 tahun kepala daerah, kami ingin memperkokoh infrastruktur dan pembangunan kawasan yang berbasis pelestarian sumber daya alam yang salah satu tujuannya adalah mewujudkan pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim, ketahanan bencana, dan wawasan lingkungan. “

“Ini nilai-nilai yang kami jaga dalam mempertahankan keberlanjutan Kabupaten Bone Bolango sebagai paru-paru Provinsi Gorontalo yang jika tidak terjaga, maka akan ada masalah lingkungan yang dihadapi seperti krisis air bersih, udara yang berpotensi untuk tercemar. Penghargaan ini menjadi motivasi kami membangun keselarasan pembangunan dengan lingkungan. Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada kabupaten kami,” lanjut Hamim.

Hamim Pou, Bupati Bone Bolango

Di kesempatan yang sama, Wahyudi Hidayat, Wakil Bupati Kapuas Hulu menyampaikan apresiasinya atas penghargaan ini, “Merupakan kebahagiaan yang tak terhingga bahwa Kabupaten Kapuas Hulu dapat meraih SIPP Award. Penghargaan ini adalah penghargaan pertama bagi kami mengenai perencanaan pembangunan, dan penghargaan ini memotivasi kami untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya. Ucapan terima kasih yang tak terhingga pada tim penyusun RPJMD khususnya Bappeda Kapuas Hulu dan semua pihak yang terlibat pada proses pembuatan RPJMD Kapuas Hulu 2021-2026. Sebagai kabupaten lestari yang menjaga alam, kami berharap agar dapat memberi yang terbaik dan mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan.”

Wahyudi Hidayat, Wakil Bupati Kapuas Hulu

Sebagai anggota LTKL, Kabupaten Bone Bolango dan Kapuas Hulu tercatat telah memiliki capaian dalam 2 tahun terakhir. Kabupaten Bone Bolango telah mengeluarkan Kebijakan Kabupaten Konservasi Bone Bolango berupa SK Bupati Penetapan Kawasan Desa Wisata. Selain itu, Bone Bolango sudah memiliki portfolio investasi, yang sedang diperbaharui bersama pengusaha lokal dengan fokus pada kopi & gula aren dan kerja sama pengembangan kopi berkelanjutan bersama Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).

Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu tercatat telah membentuk kelembagaan multipihak dalam Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu (BKDSKH) dengan perwakilan 82 lembaga multipihak dan mengesahkannyda dalam SK Bupati No.39/EKBANG/2020 mengenai Pembentukan Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH sebagai komitmen dalam bentuk peraturan. Selain itu, Kapuas Hulu juga sudah memiliki portfolio investasi yang berfokus pada komoditas lada dan pisang.

Anggota panel juri, Bagus Agung Herbowo, dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda), Kementerian Dalam Negeri, melihat adanya keseriusan pemerintah daerah yang tercermin dalam dokumen-dokumen RPJMD yang dinilai. "Mereka memperhatikan pendekatan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berbasis isu lingkungan dan tanggap bencana lingkungan, namun tetap menyesuaikan dengan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.”

Dari lima kategori yang diberikan, ada beberapa anggota kabupaten LTKL yang masuk sebagai nominasi. Kabupaten Sanggau menjadi nominasi untuk Kategori Komprehensif, Komitmen, Inisiatif, dan Persona. Kabupaten Siak dan Sintang masing-masing menjadi nominasi untuk kategori Inovatif dan Komitmen. Selain dua kategori yang dimenangkan oleh Kabupaten Bone Bolango dan Kapuas Hulu, terdapat tiga kategori lainnya yaitu Kategori Komitmen (Berkomitmen) yang dimenangkan Bappeda Kabupaten Pelalawan, Kategori Inisiatif (Berinisiatif) yang dimenangkan oleh Bapelitbangda Kota Manado, serta kategori Persona yang dimenangkan oleh Dr. Nanti Kasih (Kepala Bappeda Kabupaten Musi Rawas).

cross
Send this to a friend