Studi dan Publikasi LTKL Selama 2020

Studi dan Publikasi LTKL Selama 2020

Selain daripada agenda-agenda besar yang diselenggarakan LTKL bersama para pihak, 2020 juga merupakan tahun penuh karya dan studi. Sepanjang 2020 setidaknya ada lima studi dan publikasi yang berhasil dikerjakan bersama para pihak kerjasama LTKL. Sebuah publikasi berjudul Landscape Scale Action for Forest, People and Sustainable Production: A Practical Guide for Companies, merupakan pembelajaran LTKL sebagai asosiasi pemerintah kabupaten dan berkolaborasi dengan mitra pembangunan dan swasta terangkum dalam panduan yang disusun oleh WWF, Proforest dan TFA tersebut.

Yang tak kalah menarik adalah sebuah konsep dan proses implementasi Ekonomi Lestari (Commu-Nature) di Kabupaten Anggota LTKL terangkum apik dalam “White Paper” yang dipublikasikan dalam sesi Global Landscape Forum yang lalu mengembangkan rencana implementasi Nature-based solutions (Nbs) di tingkat kabupaten, atau biasa disebut CommuNature, yang berfokus pada penciptaan ekonomi berbasis alam. Konsep ini juga dapat dilihat dalam bentuk video.

Pada bulan November dihasilkan pula sebuah studi yang ditulis menggambarkan proses perkembangan pendekatan yurisdiksi di Indonesia khususnya berkaitan dengan potensi insentif berbasis kemajuan suatu yurisdiksi. Pembelajaran LTKL sebagai kaukus pembangunan lestari juga terangkum dalam Studi Jurisdictional Approach: Incentives, Actions, and Facilitating Connections.

Dokumen yang fokus mengarah pada satu kabupaten terdapat dalam dokumen Profil Yurisdiksi Kabupaten Sintang. Profil tersebut menggambarkan kondisi dan kemajuan kabupaten Sintang yang disusun berdasarkan Kerangka Daya Saing Daerah secara multipihak. Dokumen ini juga tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pada penutup tahun 2020 dilengkapi dengan Makanan Minuman Lestari dengan ilustrasi karya anak bangsa yang merupakan sebuah karya anak bangsa yang sangat patut di apresiasi dalam rangka membantu UMKM tetap berdaya ditengah pandemi. LTKL berkolaborasi dengan Makan Pake Lokal yang terdiri dari tujuh relawan ilustrator Indonesia, mencoba memperkenalkan produk lestari berupa makanan dan minuman serta kuliner lokal lestari khas kabupaten diperkenalkan dengan cara yang menarik. Hal tersebut tergambar dalam bentuk ilustrasi yang menceritakan keunikan dan sisi lestari dari produk atau kuliner lestari dari tujuh kabupaten anggota LTKL.