Pengembangan Jaringan LTKL

Pengembangan Jaringan LTKL

Di tengah kondisi dalam era kebiasaan baru pada masa pandemi, membuat jarak berdekatan dan saling berhadapan menjadi hal yang sangat dihindari dan dilarang.  Sedangkan justru gotong royong di masa sulit pandemi menjadi dukungan yang sangat penting bagi tiap orang. Namun anggota kabupaten LTKL, para mitra dan pendukung lainnya tetap memaksimalkan usaha yang ada dengan mengoptimalkan teknologi terkini sebagai wadah penghubung satu sama lain. Adapun beberapa agenda pengembangan jejaring dan tukar pembelajaran yang dilakukan selama tahun 2020 adalah:

Unboxing Ekonomi Lestari pada bulan Februari. Dalam Rapat Umum Anggota 2020, LTKL bersama dengan BKPM mendiskusikan bagaimana konsep Ekonomi Lestari dapat menjadi inovasi yang dapat menciptakan iklim investasi berkualitas di daerah dan mendatangkan investasi-investasi baru. Berlanjut ke bulan September ada MAJU: Ekonomi Lestari Jalan Terus. Bersama APKASI, 36 mitra gotong royong dan LTKL mengadakan seri diskusi mengangkat tema terkait kondisi bertahan dan pulih dalam pandemi khususnya dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Bergeser ke bulan Oktober, telah sukses dilaksanakan GLF Biodiversity “One World, One Health”- Lesson from Indonesia: Building a Nature-Based Economy Through Jurisdictional Approaches. Webinar tersebut merupakan hasil kerja sama antara LTKL bersama dengan CIFOR yang menjadi salah satu perwakilan institusi Indonesia yang mengisi sesi webinar internasional yang diselenggarakan oleh the Global Landscape Forum; untuk mengangkat cerita pembelajaran terkait bagaimana Kabupaten Sintang dan Siak mendorong ekonomi lestari melalui pendekatan yurisdiksi. Selain itu, masih dibulan yang sama, LTKL bersama dengan Tropical Forest Alliance (TFA) berbagi pembelajaran terkait proses dan pengumpulan data dalam Kerangka Daya Saing Daerah di tiga kabupaten anggota LTKL (Sintang, Siak dan Gorontalo) juga turut berbagi perspektif dari kerangka lainnya seperti ISEAL, dalam sebuah kemasan berjudul Learning from Jurisdiction: Data Collection for LTKL’s Regional Competitiveness.

Sebuah momen penting terjadi di bulan November dengan adanya Festival Kabupaten Lestari (FKL) - Buka Hati Ekonomi Lestari. LTKL kembali mengadakan agenda tahunannya, Festival Kabupaten Lestari, yang merupakan agenda bersama para anggota Kabupaten LTKL. Diselenggarakan sebagai ajang promosi dan perkembangan implementasi visi pembangunan lestari di kabupaten yang dituangkan ke dalam aspek sosial ekonomi, budaya dan ekologi. FKL pada tahun 2020 yang diselenggarakan di Sintang turut didukung oleh 33 mitra. November tidak  hanya berhenti di FKL saja, namun CDP dan LTKL membahas proses gotong royong multipihak dalam mendorong komitmen dan implementasi terkait rantai pasok komoditas kelapa sawit di Indonesia, khususnya Kabupaten Siak, melalui pendekatan yurisdiksi. Hal tersebut terangkum apik dalam Achieving a Resilient and Sustainable Palm Oil Supply Chain Through Private-Public Collaboration for Sustainable Development in Indonesia.

Di Penghujung tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan dukungan dari LTKL, Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), serta Supernova Ecosystem tak lengah mempromosikan potensi investasi lestari di kabupatennya melalui Invest in Sustainable Business: Opportunities of Musi Banyuasin. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menekankan pentingnya Green Growth Governance bagi pemerintah Musi Banyuasin. Ia juga turut mengundang para investor dalam dan luar negeri untuk memaksimalkan potensi Musi Banyuasin yang utama, diantaranya melalui tiga komoditas unggulan, kelapa sawit, karet dan gambir.

Pada Desember juga, Sekretariat LTKL memfasilitasi seri Konsultasi Publik untuk Panduan Perencanaan Perkebunan Berkelanjutan Daerah Berbasis Pendekatan Yurisdiksi yang dilakukan secara daring. Panduan tersebut dapat diakses melalui situs web www.perkebunanberkelanjutan.org